Pendidikan Tinggi Bukan Untuk Orang Miskin?

Kali ini saya hanya akan memforward sebuah pesan email dari seseorang teman. Dari pesan yang dia kirim, tampak sekali bahwa dia sangat kecewa dengan cara-cara intitusi pendidikan dalam mendapatkan uang. Berikut kita simak pesannya yang panjang itu.

………………………………………

Kejadian saat mengantar keponakan untuk mendaftar di D3 Universitas Padjajaran, sebuah Universitas Negeri di Bandung. Tanggal 22 Agustus adalah batas akhir pendaftaran. Karena tidak bisa membayar full maka kami memasuki sebuah ruangan yang di sebut ruangan untuk mahasiswa “kasus”. Dan disana berjejal puluhan mungkin ratusan orang tua dan calon mahasiswa yang mempunyai masalah keuangan.

Untuk sebuah Universitas negeri bea kuliah di sana sangat mahal, D3 MIPA total lebih dari 8 juta, ekonomi hampir 9.5 juta, malah ada yang sampai 10 juta. Tidak hanya sampai itu saja, yang sangat menyesakkan hati adalah tidak ada tolenransi sama sekali, uang pengembangan memang bisa di cicil itupun hanya 2 bulan sampai September sejumlah 4.5 juta. Seorang ibu meminta penundaan pembayaran sampai keesokan harinya, panitia menolak tegas. Harus hari ini. Penundaan yang cuma satu hari saja di tolak tegas. Dengan sedih ibu dan anaknya itupun pulang.

Bagaimana ini? Bukankah seharusnya universitas negeri tidak boleh menolak calon mahasiswa yang sudah lulus test dengan susah payah? Bila ada alasan karena sudah mendaftar seharusnya orang tua sudah siap dengan keuangan, masa tidak ada toleransi sama sekali? Bukankah seharusnya panitia bertanya dulu apa kesulitas orang tua tersebut tidak langsung menolak dengan tegas. Jangan katakan bahwa ibu itu harus mencari sekolah yang lebih murah. Ini universitas negeri, kepunyaan rakyat bukan milik orang perorang atau penguasa Unpad!!! Siapapun yang telah lulus test berhak kuliah. Malasah keuangannya seharusnya dipikirkan bersama, masa minta penundaan satu hari saja ditolak?

Dengan alasan perubahan BHMN maka semua universitas diperbolehkan berlomba2 mengumpulkan sumber pendapatan tanpa ada toleransi sama sekali? Bukankah telah diperbolehkan pula mengumpulkan dana dari mahasiswa jalur khusus dengana ratusan juta uang pengembangan? Kenapa tidak dibuat subsidi silang yang mampu membantu yang tidak mampu?

Bagaimana ini manajemen universitas? Seharusnya dengan kondisi negeri kita seperti ini harus ada antisipasi penyelesaiain. Bagaimanapun ini adalah tanggung jawab bersama bukan hanya orang tua saja. Apakah antisiapsi penyelesaian dengan spanduk besar2 pinjamana kredit tanpa agunan dari Bank Mandiri, apa ini menyelesaikan masalah? Orang tua yang untuk makan sehari saja kesulitan disuruh berutang? Bukannya malah menambah beban masalah? Negara apa ini? Benar2 menjerumuskan rakyatnya kedalam kemiskinan yang makin dalam.

Kenapa tidak diantisipasi dengan sponsor beasiswa? Dari perusahaan, industri, badan zakat atau alumni? Dari pemerintah atau Manajemen Qolbunya Aa Gym misal? Membuka perwakilan di universitas saat penerimaan mahasiswa baru. Kemudian diseleksi saat itu oleh pembuat keputusan? Apa terlalu sullit? Seperti kejadian di Universitas indonesia untuk fakulas kedokteran beberapa mahasiswa yang tidak mampu mendapat beasiswa dengan hanya membayar 2 juta atau dibebaskan dari aung kuliah. Kenapa tidak di ikuti oleh universitas lain?

Apa kita harus diam saja? Tidak berbuat apa-apa? Atau seharusnya saya waktu itu pake T shirt dengan sablonan “ Orang Miskin Dilarang Sekolah” ya? Biar kerja panitia jadi ringan?

………………………………………………………………..

Aneh memang pemerintahakan kita ini, negara – negara maju di Eropa habis-habisan mensubsidi pendidikan, hingga membebas beakan pedidikan dari TK sampai Universitas, Jerman misal atau Swedia, di Indonesia subsidi itu malah dicabut, tau alokasinya buat apa lagi. Buat alokasi dana sunat supaya tambah gede kali ya?

Yang bikin tambah jengkelnya dengan percaya diri pemerintah mengopinikan masyarakat kalo mereka masi care dengan pendidikan kita, kampanye wajib belajar 9 tahun, ada dana Biaya Operasional Pendidikan (BOS) “sembari” dana tersebut biasanya nominalnya dari anggaran besar, sampe ke penerima jadi kecil karena “nyangkut” disana – sini.

Leuheung mahalnya pendidikan di indonesia itu berbanding dengan kualitasnya lembaga pendidikannya dalam mengupgrade, kualitas lulusannya, da inimah yang mahal-mahal itu namanya ga nongol di 100 besar universitas se-asia gitu… apa lagi dunia…….. your face is too far, just go to the ocean……………………………………… ( muke lo jauh, kelaut aje……………………….)….

 

                            

ikhwah suka telat.....

displin ! ini yang ingin saya katakan kepada rekan-rekan saya. Jadilah disiplin, ingin rasanya saya teriakkan setiap kami berkumpul dalam satu kegiatan.
kebiasaan buruk kami adalah telat!, ya terlambat. banyak sekali alasan mereka, padahal ya kalo emang mau memaksakan, dimana kemauan kan ada jalannya, ngga usaha ya banyak alasan.
saya selalu berusaha disiplin dan profesional dalam setiap kesempatan. pernah saya datang awal untuk satu pelatihan karena menang jarak tempat penyelenggaraan agak jauh dari rumah. apa yang terjadi? belum ada yang datang! bahkan panitianya! heran deh, acara pelatihannya walhasil jadi telat, karena semua pesertanya telat dan panitia ngga prepare, hallah. yang rada memalukan Pembicaranya datang duluan! dan ini pelatihan dakwah!
sekali waktu ada acara halal bi halal, saya diundang juga. saya paksakan datang padahal lagi ada kerjaan. sampe sana tradisi tetep berjalan, pada datang telat, sudah pada ngumpul acara tausiyah dari ust. yang sengaja di undang dari jauhpun rada ngga bermakna, rada susah ketangkep, rebutan perhatian sama temen2 yang merubah wahana silatuhami jadi wahana reuni, ngobrol ngalor ngidul tentang masa lalau, keadaan keluarga, dll.....fiuh.....
heran, islam sudah memberikan contoh konkrit mengenai disiplin pada waktu shalat wajib, waktu imsak dll, tapi teupteup aja pada telat, padahal hampir semua acara yang mereka telati adalah untuk pembahasan dakwah!
saya mulai ngga peduli akhirnya, cape! berharap sama orang ( kata Aa), jadi ya masing2 aja deh.
sampe suatu ketika saya masuk dunia kerja, dimana saya harus menganggarkan waktu khusus untuk jam kerja. ternyata, mengatur waktu sekrang ngga bisa seidealis dulu, porsinya harus adil antara istirahat, kerja, kegiatan, kumpul keluarga, dll. mulai make time planner deh.
akhirnya untuk pertama kali saya datang telat ke satu acara, karena memang harus kerja dulu, malu! malu sekali! Alhamdulillah ikhwah ada toleran, maklum kalo saya memang kerja sekarang, dari situs aya rada mikir mau suuodzon lagi kaya dulu. dengan susah payah ikhwah dateng ke setiap acara setelah membagi waktu dengan ketat seperti saya, saya masih mending, ngga kebayang deh para masayikh di atas sana, gimana bagi waktu ya, kadang tuntutan dakwah dateng dari luar daerah dll.  Alloh selalu menyiratkan hikmah pada semua kejadian ya...

Ini yang terbaik dari Mu.......Amiin

bimbang menyerang menggoyahkan pendirian, benar adanya syetan datang menggoda dari segala arah. depan, belakang, kiri-kanan, semua penjuru.apa yang sudah kita mantapkan tiba-tiba dapat berubah karenanya.

Allah punya rencana atas semua kita, apa yang menurut kita baik belum tentu menurut Allah dan sebaliknya.
seharian kemarin saya pusing dan lelah mempertimbangkan ambil apa tidak kesempatan untuk saya. ada dua interview dari dua hotel berbintang yang dari dulu sangat saya idamkan, satu sisi uang yang terbayang, berapa kali lipat dari gaji saya sekarang ya?, uang kiri kanan, service, uang tips, wahh...cape dweh.... hue hehe....
satu sisi mikir  lingkungan perhotelan serta rumor2 yang berkembang, khamer, tamu keluar masuk tanpa kita tau tujuannya apa, dll wahh bikin bingung juga.
Allah adalah sumber segala solusi, isnya Allah, hanya Dia yang tau segalanya, setiap berdo`a kan minta yang terbaik, masa iya Allah lupa, ngga mungkin kita disia-siakan. ahkirnya saya putuskan setelah istikharah, tidak akan saya lanjutkan interview saya yang kedua.titik.
pagi tadi saya tenang, ngga kepikiran ke interview kedua, dan kesempatan saya untuk bekerja dihotel berbintang seperti yang sering saya lamunkan dulu, menjelang siang mulai gelisah, sayang kalo dilewatkan, sayang kesempatan terbuang, teng jam istirahat malah tambah parah, mellow.....
lewat jam yang dijanjikan untuk interview kedua mulai sesal yang menggunduk di dada, sesak... ngga tau nyesel banget....
saya tergoda lagi! menyebalkan.
sementara konspirasi zionism sudah mengglobal, saya masih mikirin diri sendiri, hallah....
ya Allah tetapkan pendirianku, istiqomahkan aku di jalan Mu, apapun yang terjadi. amiin.

needs vs idealism

cape...... sape net hari ini cape banget. keliling2 enhaii dome, isi CV yang dikasih dari tiap stand, berebut posisi dengan orang banyak, interview... ngabisin energi n mood +. ada sekitar 50 kali stand dari hotel bintang 4 n 5 d sana, ada juga kapal pesiar dan lowongan untuk di industri hotel n tourism d luar. ngga nyangka aja sempet nglamar2 kerja kaya dulu, bikin CV, pas photo, ngetik2 lagi. wahh...perjuangan lagi...^_^..... sedih..? sangat abis berlawanan banget, hati kecil melarang saya untuk melamar ke industri perhotelah konvensional lagi, u know lha... hotel? khomer? prostitusi terselubung? itu banget. jadi dilematis deh, antara harus berdoa n ngga, soalnya berdua untuk masuk hotel? i dont think so. tapi ngga juga emang lagi butuh. n back ground dari sana. sudah diminimalisir memang, ambil posisi yang akses ke dunia "lain" itu, ambil GRO ( Guest Relation Office), ato megang Convention hall rada aman kayanya. so dengan terpaksa siang tadi masuk2in aplikasi ke sana. Alloh..... apa yang akan terjadi terjadilah...

sekedar sharing 2

jenuh dengan kegiatan ujian selama berminggu-minggu, saya dan teman-teman berniat mengunjungi salah satu panti asuhan di kota kami. jauh-jauh hari kami siapkan 'oleh-oleh' buat adik-adik disana, ada yang beli baju bayi dan diapers sekali pake, ada yang ngumpulin stock indomie yang tertumpuk dikamar kost tak sempat termakan, ada yang hunting buku komik islami ke pameran buku, dll seru aja.
sepakat sore itu kami berangkat bersama. hujan rintik tak melunturkan niatan kami, sudah kadung dandan.. he2... bismillah aja dan kami naik ke angkot. setiba di panti kami disambut seorang ibu tengah baya, beliau memperkenalkan rekannya disana dan beberpa relawan, dan memperkenalkan anak2 asuh mereka.
acara puncak tiba, kersamaan untuk kami dan anak2, acara berlangsung canggung-canggung pertama, basa-basi terbaca jelas dari sikap kami, maklum rata2 dari kami tidak merasa dekat dengan anak2 apalagi balita.
lama-kelamaan sih cair juga ternyata, mereka lengket banget dengan kita, ada yang pengennya dibacain buku, dibuatkan gambar, ada temen yang kecapen gendong, ada yang minta disuapin makan, mereka manja sekali!! tapi kami senang.
banyak hal yang kami perhatikan dan buat kami sedikit prihatin, jadual mereka sih rapi, mulai bangun sampe pergi tidur, tapi semua fasilitas serba tidak memadai, mereka makan teratur 3 kali sehari, tapi menunya itu lho, hanya nasi kelembekan dan tumis sawi yang dimasak dengan air yang kebanyakan, atau mie instant rebus plus telor, yang parah kasian adik2 masih dibawah 5 tahun, susu mereka dibuat setengah takaran untuk satu botol penuh dot! entah gimana efeknya saya belum tau. ato masalah kejiwaan mereka yang sama sekali tidak diperhatikan ( kejauhan?) ada anak yang rada protes 1 orang di tarik begitu aja dari depan kita kebelakang, terus di gebukin, bak-bik-buk udah gitu dibawa  kedepan lagi dengan wajah tanpa dosa, dingin. ato yang diapersnya udah berat, kebanyakan pipis, pas kita mau ganti, petugas disana malah marah,"jangan seenaknya ganti! nanti boros tau!"
yang paling mengharukan bagian perpisahan, saya satu dari beberapa teman laki2 yang menangis,saya berusaha memecah suasana dengan celetukan " gue nangis-gue nangis!!" sambil nujuk mata, padahal teman yang lain udah duluan..
ada anak yang ngga mau lepas dari gendongan, meluk erat banget, eh pas mau dilepas anak yang belum kebagian gendong malah pada ngerentangin tangan minta digendong, ada yang minta kita janji mau dateng lagi kesana, ada yang mojok juga, pas saya samperin n nanya kenapa ngga gabung dengan kita, dia bilang " kakak yang dateng kesini baik2, sayang pasti cuma sebentar dan ngga balik, buat apa kenal nanati malah tambah sedih" giliran saya yang sedih, ngenes banget deh.
masih panjang ya jalan yang harus mereka (adik2 kita yang dipanti) tempuh, mereka digembleng lebih keras dari kita, jelas perlu pembenahan disana-sini dalam proses pengasuhan anak dipanti, pembenahan anggaran pendidikan, makan, kesehatan dll, tugas kita bersama, kita harus peduli, kalo bukan kita sapa lagi?

dahulukan Husnudzon dong ....

kebaikan yang tidak terorganisasi akan terkalahkan kejahatan terorganisasi. oleh karena itu struktur kuat, pembinaan ketat, menghasilkan kader yang hebat...nyambung ngga...?

karena kader dakwah seyogyanya segala kebaikanlah yang selalu kita usahakan untuk dikedepankan dalam segala lini. masa da`i nyleneh..? ngga genah......
husnudzon...? penting itu...... makanya kedepankan selalu, biar tengtrem, biar ngga ada beban hati, biar ngga mengarahkan kita untuk berghibah, su`udzon yang mana sih yang ngga menghasilkan ghibah? ngga ada deh...

ada contoh kasus :
ada seorang akhwat..( lagi?, emang objek menarik..), suatu saat jalan mesra dengan kakaknya yang baru aja datang dari rantau, ya namanya baru ketemu, jalan gandengan ngga papa..... mahrom kok. ternyata tanpa disadari siakhwat ada seorang rekan se LDk dengannya yang melihat dia berjalan dengan si kakak yang didefinisikan laki2 lain sama temennya itu, dari situ merebak deh kabar miring si akhwat, padahal jarak waktunya cuma 2 harian! bayangkan... dahsyatnya lisan ya...
si akhwat pas dateng ke pengajian pekanan di diemin sama temen2nya, nyapa dijawab seperlunya, berhari2, berminggu2, ngga ada yang verifikasi jadinya semua serba kaku suasana ngga cair, ngga enak!
si akhwat ngga ngerti juga, n curhat pada seorang ustadzah, si ustadzah bilang curhatan sama suaminya, Alhamdulillah si suami kenal dengan kakak si akhwat, jadi beliau meng "clear "kan semua. ketangkep ngga tuh?
nahh....... giliran rekan 2 si akhwat yang malu2 ngedeketin si akhwat lagi, si sumber berita malah ngga mau deket siakhwat lagi, ngga tau malu, ngga tau gengsi.ngga ngerti.

bayangkan bila komunikasi terjalin mesra...halah mesra..... semua bisa didiskusikan, kan ngga ada iqob2ban, ngga ada yang terlibat ghibah, buruk sangka, wahhh dosanya berlipat2 tuh..... ayo kedepankan husnudzon........ hyu...

Mulutmu harimau mu

dari ust Komarudin-->Pa Parlindungan marpaung tausiyah Senin pagi, 220107 :
" dikisahkan suatu hari ada sekelompok anak kulit putih di sebuah tempat di Amerika sana yang sedang mengerubuni satu orang penjual balon gas, mereka ceria sekali, berebutan membeli, memilih-milih warna dan pulang dengan tali balon gas terikat di pergelangan.
kecuali seorang anak kulit hitam, selama kejadian anak2 membeli balon tadi dia hanya diam sembari mengawasi, mencuri2 pandang dan bergegas mendekati penjual balon gas setelah yakin tidak ada anak kulit putih lain disana. " Mr......( misal).. apa balon dengan warna hitam bisa terbang?" tanya si anak, pada penjual balon gas." edi soed rahmat kartolo, maksud lo ? ( he2 iklan..), " apa balon dengan warna hitam bisa terbang?" ulang sianak, sipenjual balon gas terdiam sejenak, mencerna pertanyaan sia anak. hingga dia menangkap maksudnya yang dalam waktu itu memang masih jama rasialism di amrik sana, dengan bijak dia menjawab" yang membuat balon bisa terbang bukan warnanya nak, melainkan isinya, gas helium."
selang berapa lama sianak yang merekam percakapan pada masa kanaknya mencapai masa kesuksesannya karena tercerahkan oleh percakapan itu, ia menjadi seorang hakim pertama kulit hitam di amrik, keren kan....!

satu kisah lagi :
satu hari seorang anak dari seorang bapak tua masuk penjara, karena terkena fitnah. si bapak BeTe banget karena sianak merupakan anak yang sangat berbakti, hidupnya ditanggung anaknya dengan menggarap sebidang tanah yang ditanami palawija. komunikasi mereka terjalin dengan surat-menyurat.
surat sibapak :" nak bapak sedih sekali karena tidak ada lagi yang mencangkul kebun kita untuk ditanami, bapak mo nyangkul udah ngga kuat, mau ngupah orang ngga ada uangnya....dst..."
jawaban sianak :" oh jangan pak-jangan dicangkul kebunnya, karena dibalik tanahnya saya menanam senjata selundupan!.....dst"
karena prosedur penjara setempat surat keluar masuk harus tersortir, surat sianak untuk sibapak terbaca oleh pihak berwenang, mereka girang dong merasa mendapat barang bukti, datanglah satu batalyon tentara mencangkuli kebun mereka, hingga tanah jadi gembur lagi, dan senjata nihil, ngga ada dong, lha whong boongan.........
surat si anak untuk sibapak selanjutnya " nah pak, saya tetep nyangkulin kebunya kan? sekarang bapak tinggal menyemai benih saja!"
lucu ngga?
--------------------------------------------------
ada dua mahasiswa yang  berbincang di mushola kampus, salah satunya mahasiswa yang baru saja hijrah, ninggalin kebiasaan2 buruknya dahulu. sedangkan lawan bicaranya adalah seorang mahasiswa yang sedikit streng, keras kepala, ngga peka, tapi soleh.
berikut perbincangan mereka :
mahasiswa 1 : " Alhamdulillah akh besok ane mulai membina mentoring, siap deh... insya Alloh.."
mahasiswa 2 :" oh... alhamdulillah atuh, kapan persisnya? bukan yang prioritas 1 kan? sudah dikuasai materinya? dipelajari dulu, n jangan sampai deh ketularan hoby nonton kaya antum dulu."
mahasiwa 1: (dengan sedikit gondok, n bete)"Insya alloh bisa akh, hoby udah lama ditinggalin, sekarang ane ngga nyufi lagi ( nyuka film), ngga ada manfaatnya. kalo kumpul sama temen2 dulu sih masih,  Insya Alloh sambil mewarnai, semoga ada yang terekrut."
mahasiswa 2: "oh..... ya asal jangan keterusan aja kaya  kemarin2, temen ngumpul ikut ngumpul, temen main, ikut main, jangan2 ntar temen masuk jurang juga antum ikut."
kemudian setelah beberapa hari kemudian, si mahasiswa 1 mengundurkan diri dari kepengurusan remaja Mushola, ngga tahan sama lisan si mahasiswa 2.
------------------
Nah............. setelah kita cermati beberapa kisah diatas, bisa disimpulkan bahwa betapa lisan kita sangat efektif merubah seseorang, menjadi baik atau menjadi sebaliknya. perlu latihan menjaga lisan kita,  menjaga segala yang terucap dari bibir, jangan mengotori lisan kita.
kata Aa gim sih teko mengeluarkan isinya, apa yang keluar dari lisan kita, itulah kualitas kita sebenarnya.
daripada sibuk2 bercuap sambil berbusa, lebih baik pililh 2 kata dulu, banyak baca dan istigfar supaya lisan kita tertuntun,  dzikir, dan amalkan " bicara benar atau diam". supaya efektif, jaga ruhhiah, biarkan hati yang diterangi cahaya_Nya yang berbicara, bukan kita.

ORang Yang Di Istimewakan Alloh......

amalan kita adalah kekuatan kita, amalan kita adalah tanda cinta kita kepada-Nya.
setiap kita punya kebutuhan, setiap kita perlu masa rehat dari penatnya hasrat kita akan dunia yang berbalut kefanaan, perlu peng'kalibrasi'an kondisi, me restart mental menuju awal, kefitrahan. dan amal ibadah adalah jawabannya.
setiap kita tentu sudah mengenal amalan ibadah, ada yang wajib dan sunnah. yang wajib? stardart lha. Sholat lima waktu, shoum  di bulan ramadhan, haji, dll.
yang sunnah juga, shalat rawatib, shoum senin kamis, daud, yaumul bidh, tilawah qur`an, dll.
nahh...... buat kita2 yang ngaku kader dakwah, selain melaksanakan yang wajib, yang sunnah juga kudu dilakuin. jangan yang standart-standrat lha.... masa kader sama dengan yang ammah.
Sholat-sholat sunnah jangan di tinggalin, terutama sholat malem, tilawah kalo mampu minimal 1 juz aja sehari, gampang kok, teknis terserah kita, bisa dua lembar setelah shalat wajib,a to digeber juga bisa, kalo ga cape, hafalan biar 1 ayat sehari yang penting ngafal, masa kalah sama anak TPA, lulus TPA juz Amma di tangan, kemana aja kita?
tilawah 1 juz aja sudah masuk standart tuh, alm. ust. Rahmat Abdullah 10 juz sehari!, ato yang ringan, my dearest mummy beliau 3 juz sehari, padahal sudah sepuh, mesti pake kaca mata segala, ato ada imam mesjid disekitar rumah, sudah sepuh juga, tiap sebelum shubuh tilawah pake pengeras suara 1 juz. tentu saja sholat malamnya tidak terlewat, so where have u been brother.?
Alloh hanya memandang ketaqwaan dan amalan dari seorang hambanya.
seorang ust pernah bercerita mengenai hal ini, dulu waktu masih zaman ORBA, ada seorang ust tertangkap pihak berwenang karena melaksanakan kelompok pengajian. Saat di introgasi beliau di pukuli sebatang rotan hingga rotannya menyerupai batang tebu yang sudah di peras sarinya di tengkuk. Ust ini terkenal dengan kemampuannya menghafal qur`an, bersamaan dengan proses pengintrogasian ia muroja`ah hafalannya, apa yang terjadi? ust ini tidak merasakan rasa sakit apapun, hanya seperti ada yang meniupkan udara di tengkuknya, fuih....fuih..... itu saja..... subhanalloh.... maha suci Alloh
atau yang rada konkrit deh. kami dulu ikut aksi ke jakarta, ternyata dijakarta sempat chaos. polisi yang panas, mati kutu diledek mahasiswa. acara aksi selesai damai, kita mahasiswa pulang melenggang tanpa beban, kita kira semua sudah selesai, ternyata ditengah perjalanan polisi membuntuti, sudah dekat dengan curang mereka melempari kita dengan bata, pentungan, dan memukuli kita! bahkan seorang teman yang ambil posisi tiarap ( menyerah), tetap- kena pentung dan tendang!
kolosal banget deh kaya perang di saving privat ryan... hahaha...., saat genting sempet seorang kawan bcanda dengan memungut satu pentungan  milik polisi, " Ghonimah!" ujarnya.
prosesi kejar-kejaran berlangsung selama +- 1 jam, badan panas berpeluh, kami berhenti di depan kedubes Amerika, tak sadar saya dan kawan2 berlari dengan cepat, melampaui para pembawa panji2 yang urutannya terdepan.
banyak teman babak-belur kena pentung dan tendang, tapi kami yang ketawa ketiwi sehat wal afiat saja, mulus, tanpa gesekan sedikitpun.
kami sempat menjuluki kawan yang cedera itu dengan sebutan "tampang kriminal"...soalnya cuma dia yang diuber2.
sampai di Bandung kami mengadakan evaluasi. sehingga kami sadar akan pikiran sempit kami, " tidak akan dikatakan seseorang beriman, melainkan akan di uji". simpulkan deh kisah ust yang diatas, atau teman kami yang cedera (yang ternyata hafalannya banyak, jauh dari kami, qiyamnya setiap malam, binaannya banyak),Alloh memberi 'perhatian lebih' pada mereka.
para syahid dan syahidah di Palestinapun ternyata bukan sembarang orang, melainkan orang-orang yang istimewa, para penghafal qur`an, ahli shoum,dll. semua tidak akan tertukar ya..

Tapi Buka Dulu Topeng Mu.........

Siapa kita?
setiap kita adalah pemain sandiwara di dunia, ada topeng-topeng palsu terpasang pada wajah kita. ada yang baik, ada yang lucu, ada bijak, pintar, serius,  semua menutupi siapa diri kita sebenarnya, semua kita pilih ingin seperti apa topeng itu.
lisan kita tertuntun  dan terlatih untuk berbicara bagus dan tertata, padahal aslinya belum tentu, sikap kita santun sopan, padahal aslinya juga ga begitu barangkali , selalu ada cela yang kita tutupi, selalu ada kekurangan yang kita sembunyikan dengan rapi.
siapa kita sebenernya? kita adalah aktor dan aktris profesional, siap memerankan apa saja sesuai tuntutan skenario, kita harus mengikuti skrip yang sudah disusun, merubah sikap, menyesuaikan keadaan, kita adalah aktor,dan aktris profesional.
bisa jadi sholat kita selain sekedar gugur kewajiban, adalah tuntutan lingkungan, bisa jadi tilawah kita yang hanya menyisakan serak dan haus adalah tuntutan lingkungan, gugur evaluasi yaumian saja, bisa jadi shoum kita, qiyam kita juga begitu, gugur kewajiban, padahal kita sudah berikrar mempersembahkan jiwa dan raga kita untuk islam.
the true power is from the inside of us,.......... trully.
amal ibadah kita adalah kekuatan kita, amunisi kita, senjata kita. yang terjadi dalam aktvitas kita adalah tidak maksimalnya targetan2 kita, semua dilakukan setengah hati, semua terpaksa, semua berat, semua mengecewakan. energi terbuang percuma, lisan yang terlatih ringan melayang tanpa makna, masuk telinga kiri keluar telinga kanan, ngga ada ruh. taujih kita hanya sekelompok kata terhafal dari naskah diluar kepala,komplit dengan titik koma, hanya itu.
pembawaan kita bukan pembawaan da`i sejati, hanya pembawaan pura2 seorang ikhwah, hanya sesosok tubuh berbalut baju koko, seraut wajah bertanda hitam di jidat, berjenggot, berjalan nunduk2, berbicara manis, terlihat bijak, thats all nothing else. ngga ada efek apaun yang timbul dari kita untuk sesama, karena kita pura2.

aneh memang, kita sering seperti itu, memalsukan diri kita dan merasa bangga dengan kemunafikan menampikkan diri kita sebenarnya, padahal semua palsu.

aneh memang, padahal kita cerdas, kita bisa berfikir rasional, bahwa bila kita sholat pahalanya untuk kita, menjaga dari perbuatan keji dan munkar, tilawah untuk kita juga, menjaga ruhiah kita, mncerahkan hati kita, dzikir untuk kita menjaga hati dan lisan kita, qiyam untuk kita untuk kelembutan hati kita, untuk tegarnya kita menghadapi hari, shoum untuk kita untuk melatih kepekaan kita, untuk kontrol diri kita. ibadah adalah kebutuhan kita, sungguh. kita adalah zombi bila kita tidak beribadah.

kita adalah diri kita saat kita sendiri, saat hanya ada kita dan Alloh. dimana disana tidak ada tuntutan peran, disana tidak ada orang2 yang melihat kita, hanya Alloh, hanya kita dengan tubuh terselubung kekotoran, hanya adalah lidah yang kelu, terlelahkan mengucap kepalsuan, hanya ada wajah kaku, lelah berpeluh didahi terpututp topeng palsu kita.

Ukhuwah.......???

Suatu saat saya harus berkali-kali datang ke sebuah Rumah sakit, karena ada pengobatan berkala yang mengharuskan saya datang menemui dokter berkali-kali.
Di Rumah sakit tersebut ada seorang akh, udah kenal baik.
perlakuan beliau istimewa sekali, mulai dari Pendaftaran, saya ngga usah antri seperti yang lain,karena kartu Pasien saya dia pegang, tiap saya datang tinggal saya ambil nomor antri dan ngga usah bayar lagi! padahal yang lalin setiap daftar mbayar.
perlakuan isitmewa kedua adalah...... nomor antri saya selalu nomor 1 padahal saya datang selalu agak siang karena bentrok dengan jadual kerja, saya yakin dan saya lihat Status pasien yang dijejer dimeja perawat sudah melebihi belasan, tapi setiap saya datang selalu didahulukan.
perlakuan istimewa ketiga adalah saat membayar di loket rumah sakit, status saya yang pasien biasa kelas2, jadi kontarktor!, otomatis bill yang harus saya bayar jadi miring banget, berbeda kisaran 60% dari yang seharusnya....... bayangkan......
lama-kelamaan saya jadi ngga enak deh, tiap dateng dipelototin antrian pasien yang menunggu berjam-jam  sementara saya dateng tinggal lenggang kangkung masuk ke ruangan dokter. ato pas di loket melihat ketusnya muka kasir yang sepertinya ngga rela menurunkan harga sedemikian murah pada saya.
saya merasa harus menjadi warga negara yang baik, seperti yang lain, ikut antri,menunggu, dan membayar dengan harga normal munkin akan membuat saya nyaman dan nggga ada beban. sekaliber pejabat sekalipun pasti saat diperlakukan seperti saya ada pihak-pihak yang nyibirkan? karena ga tertib n merugikan orang lain.maka dengan menguatkan tekad saya minta kartu pasien saya  dan saya utarakan ketidak nyamanan saya selama ini atas keistimewaan perlakuannya pada saya.
eh......si akh malah manyun, n marah, alasan dia memperlakukan saya seperti itu adalah berukhuwah dengan saya, saya berusaha menjelaskan sekemampuan saya ada banyak jalan lain, ngga usah seperti itu, si akh tetep keukeuh dengan pendiriannya.
pengobatan saya terus berjalan, beban perlakukan istimewa dulu sudah hilang, berganti dengan beban baru, ketemu si akh yang mukanya dilipet-lipet tiap ketemu saya.
hmm..... dari cerita saya diatas ada masukan ngga kawan2, bagaimana saya seharusnya bersikap? betulkah jalan yang saya ambil?
bingung deh..... ukhuwah emang ngga ada sekolahnya ya,.........